Metodologi
Nine Core
Semua yang kamu baca di Bacain berawal dari hitungan Nine Core, mesin hitung Bacain. Nine Core bekerja tanpa AI dan tanpa tebakan: dari momen kelahiranmu, ia menghitung posisi 13 benda langit, lalu memetakannya ke Nine Sense dan Langitmu. Data lahir yang sama selalu menghasilkan hitungan yang sama. AI baru dipakai sesudahnya, untuk menulis bacaan Lensa dari hasil hitungan ini.
Apa yang Dihitung
- Posisi Matahari, Bumi, Bulan, kedua simpul Bulan, serta Merkurius sampai Pluto, dilihat dari Bumi.
- Posisi itu dihitung pada dua momen: saat kamu lahir, dan sekitar tiga bulan sebelumnya, tepat ketika Matahari berada 88 derajat sebelum posisinya di hari lahirmu.
- Jam dan kota lahir lebih dulu diubah ke waktu dunia (UTC) dengan aturan jam yang berlaku pada tanggal itu, termasuk perubahan jam di Indonesia sejak zaman Hindia Belanda.
Cara Kami Mengujinya
Nine Core diuji dengan empat cara. Setiap pembanding ditulis terpisah dari mesinnya, supaya kesalahan di mesin tidak ikut tersalin ke dalam ujinya.
- Posisi langit dibanding data NASA. 1.000 momen antara tahun 1900 dan 2030 dicocokkan dengan JPL Horizons, data posisi benda langit dari laboratorium NASA. Selisih terbesar: Matahari 0,2 detik busur, Bulan 1,2 detik busur, dan planet lain paling besar 3,1 detik busur.
- Hasil akhir dibanding kalkulator resmi. 44 kelahiran uji dicocokkan dengan kalkulator resmi Jovian Archive, termasuk kasus yang paling sulit: lahir sebelum 1950, posisi yang hanya beberapa detik busur dari batas, tipe langka, dan kota yang memakai jam musim panas. Semuanya cocok, dari tipe sampai ke-26 posisi.
- Logika dicek ulang. 10.000 kelahiran acak dihitung ulang oleh program pembanding yang terpisah: tipe, cara ambil keputusan, cara energimu nyambung, peran alami, dan empat kecenderungan bawaan. Tidak ada satu pun yang beda.
- Zona waktu. 80.000 waktu lahir di empat zona Indonesia dan 35.000 waktu di 352 zona dunia dicocokkan dengan basis data zona waktu resmi. Tidak ada yang beda.
Seberapa Teliti
Satu detik busur sama dengan 1/3.600 derajat. Selisih terbesar tadi masih 30 kali lebih kecil daripada batas paling halus yang dipakai Bacain. Untuk Bulan, benda langit yang bergerak paling cepat, selisih itu setara dengan jam lahir yang meleset sekitar 3 detik.
Artinya, sumber selisih terbesar bukan hitungannya, melainkan jam lahir yang diisi. Jam lahir yang meleset 20 menit saja sudah bisa mengubah sebagian hasil (lihat Metodologi), jadi kalau ragu, cek akta kelahiran atau tanyakan ke keluarga.
Batasnya
- Ketelitian ini soal hitungan, bukan soal tafsiran. Apakah sebuah bacaan terasa pas, kamu yang menilai.
- Untuk kota di luar Indonesia, catatan aturan jam sebelum 1970 kadang tidak lengkap, dan selisihnya bisa sampai sekitar satu jam. Form lahir akan memberi tahu kalau ini berlaku untukmu.
- Posisi simpul Bulan tidak tersedia di data NASA, jadi bagian ini hanya diuji lewat kalkulator resmi.
Diuji Ulang Setiap Kali Mesin Berubah
Keempat uji ini dijalankan lagi setiap kali Nine Core diubah. Uji terakhir dijalankan pada 27 Oktober 2026. Saat pertama kali dijalankan, uji ini menemukan satu selisih kecil dalam cara mesin membaca waktu, dan selisih itu sudah kami perbaiki. Kartu yang sudah dibuat tidak ada yang berubah.
Bacain tidak berafiliasi dengan NASA maupun Jovian Archive. Keduanya kami pakai sebagai pembanding.